Tutorial Dasar Mikrokontroler

Mikrokontroler, yah inilah dunia baru saya yang penuh dengan tantangan. Mungkin sebagian dari kita masih bingung, apa sih itu mikrokontroler…?, ehhmmm mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor dimana didalamnya terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, Clock dan peralatan lainnya yang dikemas dalam satu chip atau bisa juga dikatakan komputer versi mini… CMIW. Nah contoh sehari-hari dari implementasi mikrokontroler ini bisa kita lihat pada traffic light jalanan lalu lintas (lampu merah).  Nggak percaya…? coba klo demo mahasiswa ikutan aja hancurin tuh traffic light n lihat isinya….hahhaha…

Nah… ini ada tutorial dasar mikrokontroler yang saya temukan dari blog mahasiswa india, tutorialnya bagus banget buat belajar dasar – dasar mikrokontroler berbasis avr. Bukannya gw malas atau plagiat yang cuma seenak jidat copas artikel orang, tapi belum ada waktu tuk benahin nih blog and artikelnya. silahkan dibaca…hehehe

Atmel has come up with a whole range of superb AVR microcontrollers which are the dream of every hobbyist. However, the real icing on the cake is that these µControllers can be programmed with just a parallel port connector and nothing else!!!. However, Atmel µC’s have their downsides too. They have to be programmed in either Assembly or in C. There is one program – Bascom AVR – which reportedly allows programming in BASIC. But, unfortunately it doesn’t seem to work (?) with the el-cheapo parallel port programmers :( . So, the only option left is C, unless you are willing to dabble with Assembly.

I’ll attempt to give a brief introduction to basic I/O operations in C for AVR microcontrollers.

First of all, you need a programmer to program. As i told you, its all very simple, you just need a parallel port cable. Follow this excellent tutorial by The Real Elliot at Instructables.com

So, first make a simple programmer, test out the blinking LED program and then come back.

PS: Your programmer doesn’t have to include all the header pins, a board etc, that Real Elliot has shown in his tutorial. A basic parallel port connector with a few wires and resistors soldered directly on it is what i have been using from the past couple of months.  It works just as well.

Before starting, there are a few things i would wish to tell. First of all, at first sight , (especially to those unacquainted to C), all this “_BV(PD4)” stuff may seem a little too cryptic. At one point, you probably will be tempted to ditch GCC and learn Assembly.  However, i assure you that Assembly is much more frightening than AVR C.  AVR C is not at all hard to learn, it just looks a bit alarming because of those weird symbols like << >> ~ which keep floating around. Once, you understand what all that is about, it’ll all be a piece of cake.

What you should know before reading this tutorial:

1) I expect that you are somewhat well acquainted with atleast any 1 high level programming language. (BASIC, Java, C/C++ etc)

2) I expect that you are reasonably comfortable with the C syntax. You do not need to know all the stuff that comes in the 10th and 11th chapters of C++ books. Just the basics – Program syntax, header files, functions, if then else, loops – should be enough.

3) I expect you to be comfortable with binary numbers, logic gates and Boolean algebra.

If the answer to any of the above is no , then brush up and then come back.

I also recommend that everyone goes through this excellent pdf to brush up you C skills in case  they are a bit rusty.

The Port Control Registers

ATMEL AVR Port control Registers overview

For easier access , the I/O pins on an AVR uC are grouped into a number of ports. Each port contains a number of pins ranging from 3 to a maximum of 8. To control these Ports , 3 registers have been provided. Each register controls a specific feature of the Port. Let us examine each Register one by one.

Continue reading

Emulasi Router Juniper on VMWare

Pada jaringan JARDIKNAS, router yang dipakai adalah Juniper J2300, oleh karena itu pada artikel berikut ini akan menjelaskan tentang metode untuk menjalankan Juniper JunOS dengan menggunakan VMWare. JunOS yang akan dijalankan adalah JunOS 10.2R3.10 untuk router Juniper M-series, MX-series dan T-series.

INSTALASI

ALAT/SOFTWARE Yang Dibutuhkan :

  1. FreeBSD. FreeBSD ini berfungsi untuk menjalankan JunOS. FreeBSD yang digunakan dalam artikel ini adalah FreeBSD 4.11 mini-inst ISO yang bisa di download di ( ftp://ftp-archive.freebsd.org/pub/FreeBSD-Archive/old-releases/i386/ISO-IMAGES/4.11/4.11-RELEASE-i386-miniinst.iso ). FreeBSD versi 6 atau 7 juga bisa digunakan.
  2. Package dari JunOS itu sendiri. Silahkan cari sendiri, atau download dari situs resminya juniper kalo punya akunnya :P
  3. VMWare Workstation. Jangan pake VMWare ESXi soalnya ga bakalan bisa. Di artikel ini menggunakan VMWare Workstation versi  7.0.1 build-227600.

LANGKAH PERTAMA

Install VMWare Workstationnya. Gampang lah nginstall software ini. Tinggal next..next…beres. Jadi instalasi VMWare ini ga perlu dijelaskan yaa…:P

LANGKAH KEDUA

1.       Buka VMWare Workstation

Continue reading

OSI Layer on Network

Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model Layer OSI

osigroupedlayers.gif

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.

Continue reading

Setup DHCP Server pada Linux OpenSuse

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server. Sumber : Wikipedia.

Setting DHCP Server pada OpenSUSE sangat mudah dan proses konfigurasinya hanya membutuhkan 4 langkah singkat. Berikut adalah tahapannya :

INSTALASI

  1. Buka YAST. Masukkan password root jika login sebagai user normal

dhcp1

Continue reading

Zeroshell

Mungkin kalo ditanya tentang os mikrotik semua dah pada tau karena memang sangat handal digunakan dalam menangani server baik jaringan dalam skala kecil sampai pada jaringan skala besar seperti Wan Kota. Tapi pernahka terfikir bahwa ada os berbasis linux yang mirip dengan mikrotik dan kemampuannya pun sama-sama handal dalam menangangi jaringan, dan kabar baiknya pun os ini open source.

os yang dikembangkan oleh Fulvio Ricciardi ini memiliki fitur jaringan seperti:

Continue reading

SankeQ will be a blogger again

Setelah setahun lebih blog ini sempat vakum, akhirnya gw update lagi. Bukannya malas nulis artikel atau cuma copy paste artikel dari blog tetangga, but emang dulunya nih blog gw untuk mempermudah saya mencari artikel yang saya butuhkan dalam mengikuti perkuliahan di kampus. kan malas jg klo mesti searching atau bookmark lagi.

Beberapa bulan yang lalu gw sibuk Tugas Akhir di D3 Teknik Komputer dan Jaringan Universitas Hasanuddin (UH) (agustus 2009-juni 2010), begitu dapat gelar A.md ehh… pihak SEAMOLEC membuka peluang untuk mengikuti seleksi perkuliahan D4 kerjasama dengan Institut Teknology Bandung (ITB) dan alhamdulillah gw lulus seleksi.

Continue reading